Kamis, 05 Mei 2011

MEMILIH KNALPOT RACING SESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN


Banyak 
cara dilakukan untuk meningkatkan performa motor tanpa harus mengoprek mesin. Salah satunya ganti knalpot racing. Jelas, karena pelepas gas buang bisa menghasilkan power lumayan.

“Zaman sekarang banyak orang pakai knalpot racing. Sebab, peranti itu mempunyai suara merdu dan mendongkrak power mesin,” tutur Mariasan Kocex, mekanik Kawahara JP Racing.

Masih kata Kocek dalam memilih knalpot juga gak sembarangan. Harus mengikuti karakter mesin. Kalau melebihi batas mesin, power yang dihasilkan justru malah tambah loyo.

Memilih knalpot yang benar pastinya harus mengikuti spek mesin atau menyamakan diameter piston. Mau lebih jelas, silakan lihat ulasan komplet berikut.

Mesin Standar
Untuk mesin standar, knalpot harus menyesuaikan dengan leher. Bukan leher yang punya motor, lo! Pokoknya, jangan sampai pilih leher pipa terlalu besar. 

Ada ukuran tertentu pipa yang mau dipakai. Pakai pipa diameter 23,5 mm, ukuran ini lebih besar 4 mm dari standar. Kalau knalpot freeflow mesti diperbesar pipanya. Itu supaya dapat menghasilkan tenaga lebih maksimal.

"Lalu buat lekukan, tetap mengikuti seperti bawaan motor. Sebenarnya sih bisa dibuat nekuk, tapi itu malah akan menghambat power dari mesin. Jadi, tekukan itu akan menghambat arus gas buang, sehingga memperlambat arus itu sendiri.  Ini buat skubek lho,” jelas Bayu Prihatna Bakti yang buka gerai Wijaya Knalpot (WK) di Jl. Cendrawasih No.39, Kampung Sawah Lama, Ciputat Tangerang, Banten.

Sedangkan buat motor bebek, harus diubah dari aslinya. Leher bebek aslinya rada nekuk, tapi gimana caranya dibuat lurus sehingga power akan keluar lebih cepat dari gas buang. 

Buat ukuran pipa memang sama antara skubek dan bebek, tapi di silencer berbeda. Kalau buat skubek, silincer lebih panjang, yaitu 25 cm. Sedang untuk bebek tidak terlalu panjang, ukuran 17 cm. “Itu sudah termasuk corong atau saringan di dalam silincer,” tambah Bayu.

Korek harian
Karena spek mesin sudah diubah, knalpot juga mesti diubah juga donk. Tapi, berbeda dengan standar lho. "Biasanya, saya mengikuti diameter piston. Semakin besar piston yang dipakai, besar juga ukuran pipa leher yang dipakai," ucap Bayu lagi

Untuk ukuran pipa leher motor bore up, harus lebih besar dari standar. Sebab, piston pasti sudah diganti. Maka, bagian leher kasih ukuran 23,5 mm, 26 mm sampai 28 mm.

"Maksudnya, pipa diberi yang kecil hingga bertahap sampai yang besar. Ini buat skubek. Lalu, untuk bebek tetap sama. Hanya ditambah 32 mm dan 35 mm. Jadi, di bagian pipa leher itu ada 5 ukuran pipa," sebut Bayu ramah.

Saringan
Saringan juga bagian penting dari knalpot. Di bagian ini akselerasi juga dipengaruhi. Pria yang tidak suka merokok ini membuat saringan berbeda. Bayu punya dua saringan, yaitu pipa dan ram kawat.

Buat skubek, tetap dikasih  setengah-setengah. Supaya gak terlalu los banget.  L ubang belakang dikasih 36 mm.
"Kalau buat bebek, ram kawatnya lebih pendek ketimbang pipa. Karena lehernya model lurus, jadi power cepat keluar. Diameter lubang belakang lebih besar 38 mm" tandas Bayu. (motorplus-online.com)

Sabtu, 08 Januari 2011

Tips Membeli Sepeda (kayuh)

Tips Membeli Sepeda

Jangan anggap enteng masalah ini. Memilih sepeda, khususnya sepeda gunung/MTB bukan hal sepele. Begitu memasuki toko sepeda ada beragam pilihan yang membingungkan. Tanpa pengetahuan memadai tentang sepeda bisa-bisa kita membeli sepeda yang tidak sesuai dengan fungsinya. Bagi yang berkantong tebal salah membeli sepeda tentu bukan problem serius. Tapi bagi mereka yang harus menabung sedikit demi sedikit untuk membeli sepeda, salah memilih adalah perkara besar.

Jangan sekali-kali membeli sepeda hanya karena senang pada bentuknya, tapi prioritaskan pada fungsi sepeda dan kebutuhan kita. Tentukan dulu penggunaannya untuk apa. Jangan sampai salah setting. Misalnya, ingin bike to work dengan jarak rumah ke kantor 40 km tapi yang dibeli sepeda BMX, atau mau ke gunung tapi yang dibeli city bike. Lebih sempit lagi, dalam dunia MTB misalnya, sepeda cross country dipakai untuk downhill, atau sepeda downhill dipakai dirtjump. Ada kasus frame cross country patah karena dipaksa bermain downhill.

BELI JADI ATAU MERAKIT?
Sepeda gunung bisa dibeli dalam bentuk sepeda jadi (full-bike) maupun rakitan yang komponennya kita tentukan sendiri. Sebagai pemula mana yang harus dipilih?

Pilihan pertama, membeli full-bike, berarti tinggal datang ke toko, pilih, bayar dan langsung pakai. Mudah sekali. Jika Anda tak mau repot, atau bersepeda bagi anda sekadar untuk berolah-raga dan sarana transportasi alternatif, maka membeli sepeda full-bike sangat cocok. Namun membeli full-bike juga membuat sepeda kita kurang memiliki nilai personal, karena pasti tidak sedikit orang lain yang memiliki sepeda sama dengan kita.
Pilihan kedua, sepeda rakitan, berarti kita memilih komponen dan membangun sepeda sendiri. Memang lebih merepotkan. Tapi kelebihannya, sepeda rakitan memiliki nilai kepuasan tersendiri bagi pemiliknya karena sesuai dengan keinginan dan gaya pribadi. Faktor yang harus diperhatikan dalam merakit adalah kita harus faham kecocokan dari masing-masing komponen. Membeli sepeda secara rakitan karenanya kurang disarankan bagi pemula. Para pemula yang ingin merakit sepeda sendiri sangat disarankan mengajak pesepeda yang lebih senior. Proses perakitannya juga sebaiknya diserahkan kepada tokonya, kita hanya sekadar memilih komponennya saja.

Untuk masalah kualitas, sebetulnya sama saja antara beli jadi dengan rakitan. Tetapi untuk masalah harga, dengan tingkat komponen setara, biasanya sepeda full-bike lebih murah. Kenapa? Karena sepeda full-bike diproduksi secara masal, sehingga bisa menekan biaya produksi. Kecuali bila kita merakit sepeda dengan memakai frame bajakan (generik), maka harga sepeda rakitan jelas lebih murah. Frame bajakan adalah frame sepeda gunung dengan merk terkenal (misalnya Specialized, Schwinn, Kona, dll.) tapi sebenarnya bukan buatan pabrik tersebut. Harga frame bajakan bisa 1/10 frame aslinya.

HARDTAIL ATAU FULL-SUSPENSION?
Sepeda gunung ada yang dilengkapi suspensi depan saja (hardtail), ada juga yang sekaligus memiliki suspensi depan dan belakang (full-suspension/fulsus). Jika kita baru memulai hobi ini, mana yang harus dipilih?

Ketika menanyakan hal ini biasanya para pemula akan disarankan memulai dengan hardtail. Alasannya antara lain agar para pemula terlebih dulu membiasakan diri dengan sepeda yang lebih ringan, efisien dalam mengayuh, mudah dalam pengendalian dan sederhana dalam perawatan. Baru setelah jam terbangnya dengan hardtail cukup banyak dapat beralih ke fulsus.

Saran ini sekarang mungkin sudah kurang relevan lagi, meskipun juga tidak salah. Mengapa? Karena, saat ini telah banyak sepeda fulsus yang memiliki performa dan efisiensi mendekati hardtail. Terutama pada sepeda ‘kelas atas’. Jadi, bila bujetnya memang sudah tersedia, tidak ada salahnya langsung mencoba fulsus. Begitu pula bagi orang-orang yang baru memulai bersepeda di usia 30-an ke atas, memilih fulsus akan membuat bersepeda menjadi lebih nyaman. Tentunya, yang dipilih bukan fulsus ‘asal jadi’ dengan efek bobbing besar (biasanya produk Cina), karena justru akan menyengsarakan dan jangan-jangan malah akan membuat kapok bersepeda. Efek bobbing adalah rantai mengendor dan mengencang akibat gerakan suspensi belakang, membuat kayuhan menjadi berat dan energi kita terbuang percuma.

Tetapi satu hal yang pasti, untuk pemula yang baru pertama kali membeli MTB, belilah sepeda cross country terlebih dahulu. Baik hardtail maupun fulsus. Jangan membeli sepeda freeride, apalagi downhill.

TENTUKAN DULU ANGGARAN BELANJA SEPEDA ANDA
Agar tidak salah dalam menentukan pilihan, sebaiknya tentukan dulu berapa bujet belanja sepeda anda, baru kemudian cari sepeda yang sesuai dengan anggaran kita itu. Jika bujetnya cuma 800 ribu rupiah, carilah sepeda seharga itu. Jangan mudah tergiur dan kebablasan membeli sepeda di atas bujet yang disiapkan. Yang di rumah bisa mencak-mencak karena jatah bulanan berkurang.

Memang, semakin mahal harga sebuah sepeda semakin baik pula kualitasnya. Pepatah ‘harga tidak akan menipu’ dan ‘ada harga ada rupa’ berlaku dalam membeli sepeda. Namun memiliki sepeda murah tidak berarti pemiliknya hina, memiliki sepeda mahal juga tidak menandakan pemiliknya mulia. Ini hanya masalah seberapa tebal kantong anda.

Sama seperti membeli handphone. Bagi yang gajinya 1,5 juta perbulan, handphone seharga 350 ribu sudah mencukupi. Tapi bagi yang penghasilannya 10 juta sebulan tentunya tidak. Membeli sepeda bisa juga dianalogikan dengan membeli mobil. Mobil mulai dari harga belasan juta hingga miliaran rupiah tersedia. Sepeda pun, dari yang berharga 500 ribuan hingga puluhan juta rupiah ada.

Daripada mempersoalkan gengsi, lebih penting bagi anda yang kurang beruntung secara finansial untuk membuktikan bahwa meski dengan sepeda murah tapi anda lebih jago di tanjakan, lebih piawai di medan offroad, dan lebih kuat endurance-nya. Sambil, tentu saja, sisihkan sebagian penghasilan anda agar ke depannya dapat mengupgrade sepeda anda atau membeli sepeda yang lebih sesuai dengan keinginan.

BAGAIMANA HARGANYA?
Sepeda gunung bisa dibeli mulai dari harga 700 ribu hingga puluhan juta rupiah. Kualitas bahan, fitur dan desainnya lah yang membedakan. Sepeda gunung seharga 700 ribu framenya masih terbuat dari besi, sedangkan yang puluhan juta berbahan serat karbon, bahan yang sama dengan pesawat terbang. Bagi kebanyakan orang, frame berbahan aluminium sudah mencukupi. Tetapi sekadar saran, jika bujet Anda mencukupi, jangan membeli sepeda gunung dengan harga di bawah 1 juta rupiah. Untuk pemula yang sekadar ingin bicycling for fun, sepeda berharga 1,5 - 3 juta rupiah sudah sangat mumpuni. Kecuali jika Anda sudah mulai serius menekuni hobi ini dan menjadi kecanduan berat, sepeda seharga 10 juta rupiah pun masih dirasa kurang.

KLASIFIKASI SEPEDA GUNUNG BERDASARKAN FUNGSI
Setidaknya ada 5 jenis sepeda gunung berdasarkan fungsinya, yaitu:
a. Cross country (XC)
Dirancang untuk lintas alam ringan hingga sedang. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh dan menanjak di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan.

b. All mountain (AM)
Dirancang untuk lintas alam berat seperti naik turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Keunggulan all mountain ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai. Hampir semua sepeda AM bertipe full-suspension.

c. Freeride (FR)
Dirancang untuk mampu bertahan menghadapi drop off (lompatan) tinggi dan kondisi ekstrim sejenisnya. Bodinya kuat namun tidak secepat dan selincah all mountain karena bobotnya yang lebih berat. Kurang cocok untuk dipakai jarak jauh.

d. Downhill (DH)
Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi dan selalu dilengkapi suspensi belakang untuk meredam benturan yang sering terjadi. Sepeda DH tidak mengutamakan kenyaman mengayuh karena hanya dipakai untuk turun gunung. Sepeda downhill juga lebih mengacu pada lomba, sehingga selain kekuatan, yang menjadi titik tekan dalam perancangannya adalah bagaimana agar dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka namun diangkut dengan mobil. Tidak efisien dipergunakan di dalam kota maupun di jalur cross country.

e. Dirtjump (DJ)
Nama lainnya adalah urban MTB. Penggemar jenis ini awalnya adalah anak muda perkotaan yang menggunakan sepeda gunung selain sebagai alat transportasi, ngebut di jalanan kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan ekstrim. Fungsinya mirip BMX namun dengan bentuk yang diperbesar

Sumber : http://shbc.blogdetik.com/index.php/archives/13#comment-1722

Selasa, 05 Oktober 2010

Booster Accu

Mungkin bagi anda penggguna motor dalam aktivitas sehari-hari merasa kurang nyaman dalam menggunakan motor anda seperti lampu kendaraan yang kurang terang/tidak menyala, motor sulit menyala, dsb. Sepertinya ada masalah dengan kendaraan anda mungkin pada sistem kelistrikan kendaraan tersebut seperti kabel yang bermasalah, konsreting listrik, atau accu (aki) yang bermasalah. Hal tersebut dapat anda konsultasikan kepada ahlinya bisa teman, saudara, tetangga, kerabat lainya atau dapat langsung anda konsultasikan pada bengkel/mekanik kepercayaan anda.

Bagi anda yang merasa performa kendaraannya kurang terasa atau sekedar meningkatkan performa kendaraan, anda dapat memberi komponen/alat yang dapat meningkatkan performa kendaraan anda seperti CDI racing, Coil racing, atau mungkin membenahi/mengkorek mesin dan transmisi kendaraan anda. Namun jangan hanya pada sistem pengapian, transmisi saja yang anda benahi, tetapi sistem kelistrikan juga ditingkatkan performanya karena listrik yang dihasilkan accu tidak selalu stabil(besar kecilnya). Listrik yang dihasilkan accu disalurkan ke sistem pengapian untuk dihasilkan api yang digunakan untuk membakar bahan bakar diruang pembakaran. Kesimpulannya besar kecilnya api pembakaran juga sesuai dengan listrik yang dihasilkan accu. Accu yang dipasang booster accu menghasilkan arus listrik yang stabil dan besar sehingga menghasilkan api yang cukup besar untuk membakar BBM pada ruang bakar. Sehingga BBM tidak ada yang terbuang percuma, alhasil tenaga yang dihasilkan kendaraan menjadi lebih besar dari pada kendaraan yang tidak dipasang booster accu semula.

Booster Accu

Fungsi utama dari Booster Accu ini menstabilkan suplai arus listrik ke pengapian dan rangkaian kelistrikan, terutama kendaran yang berpengapian DC, sehingga suplai pengapian di ruang bakar lewat busi tetap besar dan maksimal. Mungkin jika anda mencoba menggunakan alat ini dapat meningkatkan performa kendaraan anda.
Refrensi saya tentang alat ini dari OTOMOTIFNET.com

blogku

Halo, seingat saya mungkin ini blogspot pertama milik saya, yang sebelumnya saya sudah punya blog wordpress namun masih sangat kosong, bahkan saya agak lupa dengan blog saya yang wordpress. Saya membuat blog blogspot ini karena tugas sekolah mata pelajaran TIK, materi internet, SMPN 20 Surabaya. Oh ya, saya sampai lupa belum memperkenalkan diri, nama saya Putra Arum Ramadhan, sekarang bertempat tinggal bersama kedua orangtua di kota Surabaya, saya sekarang sekolah di SMPN 20 Surabaya kelas IX G. Ya, mungkin ini saja beberapa sepatah kata dari saya. Jika ada salah dan kurang dari saya, saya mohon maaf. Dan bila anda kurang/tidak berkenan mohon maaf.